Ketersediaan Pangan Efektif Stabilkan Harga
11-07-2018 15:39:27, Sumber: Humas PDPJ

Berbagai kalangan menilai, ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok warga Jakarta, mampu dikendalikan. Terutama selama puasa dan menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah lalu. Artinya, warga Ibukota yang menikmati hari kemenangan tidak terbebani dengan harga yang melonjak.

 

Kondisi positif ini bisa tercapai berkat kerja keras semua pemangku kepentingan di cluster pangan khususnya Pasar Jaya. Ditambah lagi, konsistennya pemprov DKI terutama Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang selalu turun ke lapangan.

 

Saat meninjau Pasar Blok III Senen, Jakarta Pusat, baru-baru ini, Sandiaga yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta ini, selalu ingin melihat harga riil di pasaran. Serta menerima langsung masukan dari pedagang maupun pembeli.

 

"Saya sudah cek langsung ke lapangan di beberapa pasar. Untuk Lebaran kemarin, baik ketersediaan pangan maupun harga tidak mengalami kenaikan yang berarti. Bisa disrtikan, baik pedagang maupun warga pembeli sama-sama menikmati keuntungan tanpa ada kenaikan yang berarti," kata Sandiaga.

 

Hal ini bisa dicapai, lanjut Sandiaga yang merupakan mantan pelaku pasar sebelum menjabat Wakil Gubernur DKI ini, tak lepas dari kinerja yang serius dari Perumda Pasar Jaya serta cluster pangan lainnya di lingkungan Pemprov DKI. Ditambah pula peran serta warga yang tidak mau panik dalam menghadapi kemungkinan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).

 

'Kondisi ini akan terus kita pertahankan di masa datang. Pengalaman kita menghadap kemungkinan terjadinya kenaikan harga bahan pokok pada Lebaran lalu, akan menjadi modal positif di kemudian hari. Saya juga 24 jam memantau kondisi pasar ini dan terus berkomunikasi dengan semua pimpinan BUMD di cluster pangan," papar Sandiaga.

 

Hasil evaluasi yang dilakukan di lapsngan, lanjut Sandiaga, pihaknya akan terus fokus dalam mengantisipasi ketersediaan daging dan menjaga kemungkinan terjadi kenaikan harga cabe.

 

“Daging sedikit meningkat tapi masih dalam batas toleransi. Secara umum tidak terlalu ada gejolak harga. Ke depan, untuk memantau dan tetap menjaga agar harga stabil, Pemprov DKI Jakarta bakal terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan sejumlah pihak terkait," ujar Sandiaga.

 

Sandiaga meminta agar PD Dharma Jaya yang bertanggung jawab dalam ketersediaan daging di Jakarta agar terus melakukan inovasi. Misalnya, membangun jaringan distribusi daging dari daerah untuk menambah pasokan ke Jakarta. Langkah ini sangat efektif untuk menjaga tersedianya daging.

 

"Sudah menjadi hukum yang biasa dalam bisnis di pasaran, bila ketersediaan daging atau cabai kurang, secara psikologis akan mempengaruhi terjadinya kenaikan harga. Karena itu, ketersediaan daging ini akan terus kita atasi dengan harapan harga daging akan kembali normal," harap Sandiaga.

 

Keinginan penambahan kuota daging ke Jakarta, menurut Sandiaga sudah pula disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian maupun Kementrian  Perdagangan.

 

"Harapan kami, ada penambahan suplai untuk daging dan cabe. Kita ingin harga-harga semakin stabil. Adanya penaikan harga pada sejumlah komoditas jelang Lebaran lalu, lebih disebabkan perilaku pedagang yang ingin mendapat keuntungan banyak lantaran memanfaatkan momen hari raya. Namun kami terus 

melakukan sosialisasi ke pedagang agar tidak ‘nakal’. Kami ingin ada perubahan perilaku pedagang," imbuhnya.




Editor: Humas PD. Pasar Jaya



Print

  • PASAR HIAS RIAS CIKINI
    PASAR HIAS RIAS CIKINI
  • PASAR SENEN BLOK III DAN VI
    PASAR SENEN BLOK III DAN VI
  • PASAR INDUK KRAMAT JATI
    PASAR INDUK KRAMAT JATI
  • PASAR JATINEGARA
    PASAR JATINEGARA
  • PASAR TANAH ABANG (A-F)
    PASAR TANAH ABANG (A-F)
  • PASAR BLOK M (MELAWAI)
    PASAR BLOK M (MELAWAI)
  • PASAR RAWABENING
    PASAR RAWABENING

Jakgrosir, Solusi Tekan Inflasi Daerah
Harga Komoditas
  • + Ayam Broiler (Ras) : Rp.0
  • + Bandeng (sedang) : Rp.33211
  • + Bawang Merah : Rp.0
  • + Bawang Putih : Rp.0
  • + Beras IR 42 : Rp.0
  • + Beras IR. I (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. II (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. III (IR 64 : Rp.0
  • + Beras Muncul .I : Rp.0
  • + Beras SETRA - I : Rp.0
  • + Cabe merah (TW) : Rp.0
  • + Cabe merah keriting : Rp.0
  • + Cabe rawit Hijau : Rp.0
  • + Cabe rawit Merah : Rp.0
  • + Daging babi berlemak : Rp.73250
  • + Daging Kambing : Rp.110033
  • + Daging sapi Has (Pah : Rp.0
  • + Daging sapi Murni (S : Rp.0
  • + Garam Dapur : Rp.4049
  • + Gas Elpiji (3Kg) : Rp.20238
  • + Gula Pasir : Rp.13523
  • + Jeruk Medan : Rp.24094
  • + Kelapa kupas : Rp.8400
  • + Kentang (sedang) : Rp.15302
  • + Lele : Rp.24568
  • + M a s : Rp.30027
  • + Margarine Blueband C : Rp.6512
  • + Margarine Blueband C : Rp.10678
  • + Minyak Goreng (kunin : Rp.0
  • + Semangka : Rp.8162
  • + Susu Bubuk Bendera ( : Rp.40845
  • + Susu Bubuk Dancow (4 : Rp.42861
  • + Susu Kental Bendera : Rp.11993
  • + Susu Kental Enak (20 : Rp.9156
  • + Telur ayam Ras : Rp.0
  • + Tepung Terigu : Rp.7616
  • + Tomat buah : Rp.12942
 

PROGRAM CHARITY

Charity merupakan bagian dari CSR dan merupakan usaha peduli untuk membantu masyarakat berupa kegiatan sosial atau lingkungan yang pelaksanaannya tidak terprogram dan bersifat bantuan atau program amal

Selengkapnya