Perumda Pasar Jaya Gandeng Dinas LH Gelar Sosialisasi Larangan Penggunaan Kantong Plastik
18-12-2018 19:15:54, Sumber: Humas PDPJ

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan peraturan gubernur tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Perumda Pasar Jaya siap melaksanakan Perda yang kabarnya akan segera ditandatangani tersebut.

 

Perumda Pasar Jaya berusaha sekuat tenaga untuk menyukseskan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai yang kabarnya akan segera ditangani oleh Gubernur. Hal ini perlu dilakukan karena Perda tersebut tak hanya berlaku bagi pengusaha ritel dan mal, tetapi juga kepada pedagang pasar tradisional.

 

Dalam rangka persiapan tersebut, Perumda Pasar Jaya mulai akhir tahun lalu aktif menggandeng Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menggelar sosialisasi larangan penggunaan plastik sekali pakai di sejumlah pasar tradisional yang dimilikinya.

 

Terkait sosialisasi tersebut, pertengahan Desember lalu, tepatnya tanggal 18 Desember 2018, bersama Dinas LH DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya menggelar acara sosialisasi larangan penggunaan plastik sekali pakai di UPB Kramat Jati, Jakarta Timur.

 

Dalam acara tersebut sejumlah pedagang diedukasi melalui talkshow mengenai bahaya penggunaan plastik bagi lingkungan hidup. Selain itu Dinas Lingkungan Hidup juga menggelar penukaran plastik kemasan dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

 

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menyambut baik digelarnya acara sosialisasi larangan pengunaan kemasan plastik sekali pakai di pasar tradisional. Pasalnya ada 153 pasar yang dikelola dan dimiliki oleh Perumda Pasar Jaya. Karena itu ia berharap sebelum Perdanya berlaku, acara sosialisasi seperti di UPB Kramat Jati ini bisa terus digelar di sejumlah pasar yang lain. 

 

“Ada 153 pasar yang kami kelola dan kami miliki, jadi bisa dibayangkan setiap hari berapa jumlah kemasan plastik yang dihasilkan dari pasar,” ujar Arief.

 

Arief mengungkapkan pihaknya menyiapkan tiga strategi untuk diterapkan kepada para pedagang di pasar terkait larangan penggunaan kantong plastik. Menurutnya, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi ke pasar-pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya.

 

"Tahap pertama sebelum itu kami sudah lakukan sosialisasi di pasar-pasar, cuma memang tantangan di pasar tradisional ini karena memang pengunjungnya kan berbagai macam, jadi kami perlu melihat tata caranya supaya kemudian pedagang paham dan pengunjungnya juga paham," tutur Arief.

 

Strategi berikutnya sebagai langkah konkret, Perumda Pasar Jaya meminta seluruh penggunaan kantong plastik di 153 pasar untuk ditiadakan atau dijual dengan harga tinggi.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan warga Jakarta harus memahami mengapa Pemprov DKI mulai melarang penggunaan kantong plasik sekali pakai.Menurutnya penyebab utamanya adalah kantong plastik saat ini menjadi salah satu jenis penyumbang sampah terbesar di Jakarta.

 

"Jadi begini, berdasarkan pemantauan kami di lapangan, dari 7.250 ton sampah Jakarta per hari itu, di kisaran 14 persennya adalah sampah-sampah dari material plastik. Nah, dari angka itu ada di kisaran 1 persen adalah kantong kresek (plastik)," jelasnya.

 




Editor: Humas PERUMDA Pasar Jaya



Print

  • PASAR HIAS RIAS CIKINI
    PASAR HIAS RIAS CIKINI
  • PASAR SENEN BLOK III DAN VI
    PASAR SENEN BLOK III DAN VI
  • PASAR INDUK KRAMAT JATI
    PASAR INDUK KRAMAT JATI
  • PASAR JATINEGARA
    PASAR JATINEGARA
  • PASAR TANAH ABANG (A-F)
    PASAR TANAH ABANG (A-F)
  • PASAR BLOK M (MELAWAI)
    PASAR BLOK M (MELAWAI)
  • PASAR RAWABENING
    PASAR RAWABENING

Jakgrosir, Solusi Tekan Inflasi Daerah
Harga Komoditas
  • + Ayam Broiler (Ras) : Rp.0
  • + Bandeng (sedang) : Rp.33211
  • + Bawang Merah : Rp.0
  • + Bawang Putih : Rp.0
  • + Beras IR 42 : Rp.0
  • + Beras IR. I (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. II (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. III (IR 64 : Rp.0
  • + Beras Muncul .I : Rp.0
  • + Beras SETRA - I : Rp.0
  • + Cabe merah (TW) : Rp.0
  • + Cabe merah keriting : Rp.0
  • + Cabe rawit Hijau : Rp.0
  • + Cabe rawit Merah : Rp.0
  • + Daging babi berlemak : Rp.73250
  • + Daging Kambing : Rp.110033
  • + Daging sapi Has (Pah : Rp.0
  • + Daging sapi Murni (S : Rp.0
  • + Garam Dapur : Rp.4049
  • + Gas Elpiji (3Kg) : Rp.20238
  • + Gula Pasir : Rp.13523
  • + Jeruk Medan : Rp.24094
  • + Kelapa kupas : Rp.8400
  • + Kentang (sedang) : Rp.15302
  • + Lele : Rp.24568
  • + M a s : Rp.30027
  • + Margarine Blueband C : Rp.6512
  • + Margarine Blueband C : Rp.10678
  • + Minyak Goreng (kunin : Rp.0
  • + Semangka : Rp.8162
  • + Susu Bubuk Bendera ( : Rp.40845
  • + Susu Bubuk Dancow (4 : Rp.42861
  • + Susu Kental Bendera : Rp.11993
  • + Susu Kental Enak (20 : Rp.9156
  • + Telur ayam Ras : Rp.0
  • + Tepung Terigu : Rp.7616
  • + Tomat buah : Rp.12942
 

PROGRAM CHARITY

Charity merupakan bagian dari CSR dan merupakan usaha peduli untuk membantu masyarakat berupa kegiatan sosial atau lingkungan yang pelaksanaannya tidak terprogram dan bersifat bantuan atau program amal

Selengkapnya