Sandiaga: Pedagang UKM Ujung Tombak Roda Ekonomi
15-07-2018 16:38:19, Sumber: Humas PDPJ

Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI untuk terus meningkatkan pedagang yang ikut menjadi peserta One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE). Sejak dilantik jadi pemimpin DKI 20 Oktober tahun lalu, jumlah peserta program meningkatkan usaha sekaligus mengurangi pengangguran ini sudah mencapai 45.615 anggota.

 

Salah satu cara yang dimanfaatkan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno adalah lewat nonton bareng (nobar,) final Piala Dunia, baru-baru ini. Cara ini tergolong efektif untuk mengajak pedagang Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur untuk ikut OK OCE. Terbukti, banyak pedagang yang ikut dan tekun mendengar arahan Sandiaga tentang OK OCE.

 

Selain pedagang, tampak pula ribuan warga sekitar Pasar Induk nimbrung nobar bersama orang nomor dua di Jakarta itu. Bahkan hujan rintik pun tak mengurungkan niat warga untuk ikut menyaksikan pertandingan puncak antara Prancis versus Kroasia yang dimenangkan Prancis dengan skorer 4-2 itu.

 

"Para pedagang usaha kecil menengah (UKM) inilah sebagai ujung tombak untuk meningkatkan roda ekonomi kita. Baik di skala lokal maupun nasional. Pemprov DKI punya tanggung jawab untuk mendampingi mereka agar terus maju," kata Sandiaga yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta ini.

 

Salah satu kiat yang sudah diprogramkan untuk mendampingi para pedagang UKM ini, kata Sandi - sapaan akrabnya, mengajak mereka untuk bergabung dengan OK OCE. Tujuannya, untuk membuat para pedagang lebih luas berkreasi dalam memasarkan dagangannya. Sambil tetap fokus berjualan di pasar.

 

"Sebagai mantan pelaku ekonomi, saya sangat paham benar dengan apa yang dialami para pedagang UKM tersebut. Karena itu, kami hadir mendampingi agar usaha mereka terus meningkat. Bantuan yang kami berikan bisa berupa pelatihan, penyaluran dagangan ke pembeli yang lebih besar. Termasuk pemberian bantuan modal bila dibutuhkan," paparnya

 

Dalam acara nobar final Piala Dunia 2018 itu, Sandi juga didampingi Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, Dirut PT. Food Station Tjipinang Jaya  Arief Prasetyo Adi, Wakil Ketua APPSI DKI Haji Pepen, serta beberapa pejabat DKI dan BUMD yang tergabung dalam cluster pangan.

 

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransah Agung Jaya atau yang akrab disapa Coach Faran menjelaskan OK OCE adalah sebuah gerakan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi informasi. Tujuannya, untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis kewirausahaan di Indonesia dengan konsep ekonomi berbagi (sharing economy).

 

"Dan dijalankan dengan ekosistem yang melibatkan empat unsur yaitu masyarakat, komunitas, swasta dan pemerintah. Dan pada akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial dan budaya untuk masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta," papar Faran.

 

Dikatakan Faran, ekosistem gerakan kewirausahaan OK OCE  yang melibatkan keempat unsur itu, akan diramu untuk meluncurkan program program OK OCE yang variatif disesuaikan dengan jenis usaha dan segmen pasar.

 

"Masyarakat dapat bergabung menjadi anggota OK OCE. Dan memiliki kesempatan kerja menjadi seorang pewirausaha. Pada saat usahanya berkembang akan mempekerjakan karyawan dan otomatis menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru," jelas Faran.

 

Ditambahkan, para pewirausaha OK OCE akan mendapatkan tujuh manfaat. Yaitu menjadi bagian dari komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, pelatihan wirausaha, pendampingan usaha, bantuan perijinan, akses jejaring pemasaran, analisa laporan keuangan, dan akses permodalan sesuai kebutuhan.




Editor: Humas PD. Pasar Jaya



Print

  • PASAR HIAS RIAS CIKINI
    PASAR HIAS RIAS CIKINI
  • PASAR SENEN BLOK III DAN VI
    PASAR SENEN BLOK III DAN VI
  • PASAR INDUK KRAMAT JATI
    PASAR INDUK KRAMAT JATI
  • PASAR JATINEGARA
    PASAR JATINEGARA
  • PASAR TANAH ABANG (A-F)
    PASAR TANAH ABANG (A-F)
  • PASAR BLOK M (MELAWAI)
    PASAR BLOK M (MELAWAI)
  • PASAR RAWABENING
    PASAR RAWABENING

Jakgrosir, Solusi Tekan Inflasi Daerah
Harga Komoditas
  • + Ayam Broiler (Ras) : Rp.0
  • + Bandeng (sedang) : Rp.33211
  • + Bawang Merah : Rp.0
  • + Bawang Putih : Rp.0
  • + Beras IR 42 : Rp.0
  • + Beras IR. I (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. II (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. III (IR 64 : Rp.0
  • + Beras Muncul .I : Rp.0
  • + Beras SETRA - I : Rp.0
  • + Cabe merah (TW) : Rp.0
  • + Cabe merah keriting : Rp.0
  • + Cabe rawit Hijau : Rp.0
  • + Cabe rawit Merah : Rp.0
  • + Daging babi berlemak : Rp.73250
  • + Daging Kambing : Rp.110033
  • + Daging sapi Has (Pah : Rp.0
  • + Daging sapi Murni (S : Rp.0
  • + Garam Dapur : Rp.4049
  • + Gas Elpiji (3Kg) : Rp.20238
  • + Gula Pasir : Rp.13523
  • + Jeruk Medan : Rp.24094
  • + Kelapa kupas : Rp.8400
  • + Kentang (sedang) : Rp.15302
  • + Lele : Rp.24568
  • + M a s : Rp.30027
  • + Margarine Blueband C : Rp.6512
  • + Margarine Blueband C : Rp.10678
  • + Minyak Goreng (kunin : Rp.0
  • + Semangka : Rp.8162
  • + Susu Bubuk Bendera ( : Rp.40845
  • + Susu Bubuk Dancow (4 : Rp.42861
  • + Susu Kental Bendera : Rp.11993
  • + Susu Kental Enak (20 : Rp.9156
  • + Telur ayam Ras : Rp.0
  • + Tepung Terigu : Rp.7616
  • + Tomat buah : Rp.12942
 

PROGRAM CHARITY

Charity merupakan bagian dari CSR dan merupakan usaha peduli untuk membantu masyarakat berupa kegiatan sosial atau lingkungan yang pelaksanaannya tidak terprogram dan bersifat bantuan atau program amal

Selengkapnya